Halaman

Selasa, 23 Februari 2016

edit


BAB I

PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang Penelitian
Saat ini perkembangan teknologi sudah sangat maju, kemampuan dalam hal teoritis di bidang komputer saja belum tentu cukup untuk mengikuti perkembangan zaman tersebut, dan sampai saat ini terdapat terobosan–terobosan baru dimana komputer menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kebutuhan sehari-hari sehingga membuat integrasi antar berbagai disiplin ilmu seperti desain grafis. Ditandai dengan munculnya berbagai macam bentuk karya seni yang menggunakan aplikasi komputer sebagai sarana perencanaan dan perancangan sebuah karya, hal ini dibuktikan bahwa perancangan suatu karya seni meningkat lebih baik, sehingga dapat mengikuti tuntutan perkembangan teknologi yang begitu pesat.
 Sarana sign system mempunyai peranan yang sangat penting untuk menginformasikan suatu petunjuk kepada pegawai atau tamu yang datang, hal ini dinilai sangat efektif sehingga dibutuhkan media sign system yang menarik yang ditujukan kepada pegawai dan tamu yang datang, serta seluruh audience yang melihatnya dan banyak cara untuk menyampaikan suatu informasi yang diolah ke dalam bentuk petunjuk dan informasi agar lebih menarik dalam penyampaiannya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang merupakan lembaga kesehatan, yang berfungsi sebagai unit pelaksana kesehatan bagi seluruh masyarakat, secara garis besar memiliki tanggung jawab yaitu pelaksana kesehatan dan melaksanakan penyuluhan bagi masyarakat.
Saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dalam memberikan informasi mengenai sign system yang ada di setiap ruangan hanya berupa tulisan biasa belum di desain secara menarik secara tampilan visualisasi serta beberapa ruangan ada yang belum terdapat petunjuk secara jelas dan kurang rinci informasinya pada setiap bagian bagian ruangan.
Melihat dari permasalahan yang ada, dengan belum terdapatnya bentuk media sign system yang dapat memberikan informasi  serta diharapkan akan memudahkan audience dalam mencari ruangan yang akan dituju, sebagai bahan penelitian dalam memenuhi tugas akhir penulis akan merancang sebuah media sign system pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, yang nantinya diharapkan menjadi salah satu media informasi yang efektif, dan diharapkan pegawai dan tamu yang berkunjung dapat dengan mudah menemukan ruangan yang ingin dituju.
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul, REDESIGN MEDIA SIGN SYSTEM SEBAGAI PENUNJANG INFORMASI PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG’’.





1.2              Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan diangkat dalam topik ini yaitu:
1.      Bagaimana redesign sign system yang memiliki daya tarik untuk pegawai dan tamu pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang ?
2.      Media dalam bentuk apa yang dinilai lebih efektif dalam menunjang informasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang ?
3.      Bagaimana merancang media informasi yang dapat meningkatkan image atau citra pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang ?

1.3              Ruang Lingkup
Agar pembahasan permasalahan lebih terarah, maka penulis membatasi ruang lingkup permasalahan adalah hal-hal yang berhubungan dengan  REDESIGN MEDIA SIGN SYSTEM SEBAGAI PENUNJANG INFORMASI PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG’’.

1.4              Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4.1        Tujuan dari penelitian
Tujuan perancangan desain sebagai sign system adalah :
1.      Untuk memuudahkan dalam memberikan informasi kepada audience serta memberikan tampilan design yang menarik secara visualisasi.
2.      Untuk merancang media informasi yang tepat untuk mengkomunikasikan mengenai petunjuk pada setiap ruangan yang ada pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
3.      Untuk meningkatkan citra Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
1.4.2    Manfaat Penelitian
Manfaat yang didapat dari penelitian ini adalah:
1.      Dengan meredesign Sign System,pegawai dan tamu yang berkunjung agar lebih tertarik untuk melihat dan memuudahkan audiance untuk menemukan ruangan yang dituju.
2.      Dengan media Sign System yang efektif akan memudahkan dalam penyampaian informasi kepada audiance.
3.      Dengan redesign media sign system yang menarik dari segi tampilan diharapkan akan memberikan manfaat positif serta meningkatkan   citra pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
1.5       Metodologi Penelitian
Untuk memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan dalam penulisan karya ilmiah Tugas akhir ini, penulis menggunakan beberapa metode. Adapun metode yang digunakan adalah sebagai berikut :
1.5.1.      Metode Analisa Permasalahan
Untuk mendapatkan permasalahan penelitian tugas akhir ini penulis melakukan wawancara pada hari senin 19 Oktober 2015 dengan Bpk. Bunyamin sebagai Staff Keluarga Ibu dan Anak.
1.5.2.      Metode Pengumpulan Data
Data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini didapatkan dengan menggunakan metode-metode :
1.    Observasi
Mendapatkan data dengan melakukan penelitian lapangan, melihat secara langsung objek yang dianalisis dengan menggunakan dan melaksanakan pencatatan serta melakukan dokumentasi secara sistematis, yang berhubungan dengan yang ada pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
2.        Interview (wawancara)
Wawancara dilakukan secara terstruktur dengan mengumpulkan data-data dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung kepada pihak-pihak yang terkait pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
3.    Studi Pustaka
Selain melakukan observasi dan wawancara penulis juga melakukan pengumpulan data dengan cara studi pustaka. Di dalam metode ini penulis berusaha melengkapi data-data yang relevan dalam pemilihan judul yang penulis ajukan baik dari buku-buku, internet, atau dari referensi yang lain.
1.5.3        Metode Analisa Perancangan
Pengolahan data yang akan dianalisa dan diolah dengan menggunakan software Adobe Ptotoshop CS yang mendukung dalam perancangan media sign system.
1.5.4.      Metode Konsep Desain
Konsep desain yang digunakan penulis dalam penelitian tugas akhir ini adalah :
a.       Perencanaan Media
b.      Perencanaan Pesan
c.       Perencanaan Visual

1.6       Sistematika penulisan
Agar dapat memahami lebih jelas dalam penyusunan laporan Tugas akhir ini, maka penulis mengelompokkan materi Laporan Tugas akhir ini menjadi beberapa bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut :

            BAB I                 PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menguraikan Latar Belakang Penelitian, Rumusan Masalah, Ruang Lingkup Penelitian, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Metodologi Penelitian serta Sistematika Penulisan.
            BAB II     LANDASAN TEORI
Dalam bab ini penulis menjelaskan konsep-konsep dasar/ umum, teori-teori khusus, dan literature review yang akan mendasari laporan penelitian Tugas akhir yang penulis ajukan.
            BAB III              IDENTIFIKASI MASALAH
Bab ini berisi tentang gambaran umum Obyek yang diteliti yaitu, mengenai sejarah singkat, struktur organisasi, wewenang dan tanggung jawab, product information, market analisis, potensial market, market segmentation, marketing objective dan marketing strategy, budget produksi media, konfigurasi hardware, elisitasi.

BAB IV    KONSEP DESIGN
Bab ini berisi tentang Perencanaan Media (Konsep Media) yaitu, mengenai Tujuan Media, Strategi Media, Program Media, Perencanaan Pesan (Konsep Kreatif) yang meliputi Tujuan Kreatif dan Strategi Kreatif, Perencanaan Visual (Konsep Visual) yaitu, Tujuan Visual, Strategi Visual, Penulisan Naskah (Copy Writting), Pengarahaan Visualisasi dan Proses Desain.
            BAB V                 PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan, saran, dan kesan yang dapat diberikan oleh penulis dari hasil penelitian yang dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1              Teori Umum
2.1.1.   Redesain
            Menurut Sunarya, (2012:1-2)[12] Redesign adalah Perancangan ulang dari sebuah original desain yang telah ada sebelumnya kedalam bentuk rancangan baru berdasarkan konseptual rancangan yang baru pula.
Secara umum identitas yang biasa dipergunakan sebagai tanda pengenal suatu lembaga ataupun perusaaan berupa tampilan lambang atau simboll visual yang merupakan perpaduan unsur bentuk, warna, tipografi serta elemen-elemen estetis pendukung lainnya yang tersusun dalam sebuah tata komposisi yang dibakukan, yang kemudian biasa disebut dengan istilah Logotype/ Logo. Dan Logotype/ Logo inilah yang merupakan “ruh/ inti” dari tampilan sebuah coorporate identity.
Kata redesign diadopsi dari bahasa Inggris redesign yang terdiri dari dua unsur, yaitu re yang berarti mengulang atau kembali dan design yang berarti merencanakan atau membentuk. Jadi kata ‘redesign’ berarti merencanakan kembali atau membentuk ulang sesuatu yang sudah ada.
Redesign adalah suatu perencanaan untuk melakukan perubahan pada struktur dan fungsi suatu benda, bangunan atau suatu sistem dengan tujuan untuk menghasilkan manfaat yang lebih baik dari desain semula, atau untuk menghasilkan fungsi yang berbeda dari desain semula. (wiktionary).
Biasanya redesain dilakukan jika hasil sebuah rancangan atau desain dirasa kurang fokus atau memiliki kecenderungan bermakna ganda. Diharapkan setelah melakukan redesain dapat menghasilkan pemaknaan yang baik pada obyek yang telah diredesain.
2.1.2.   Pengertian Desain
Menurut Supriyono,(2010:136)[18] Desain merupakan art direction, yaitu penampilan visual secara menyeluruh dari iklan. Hasil kerja sama antara art direction dan copywriter (berupa konsep verbal dan visual) dipadukan secara sinergis ke dalam desain melalui proses standar, yaitu membuat sketsa-sketsa kasar, menentukan alternatif desain, hingga final artwork (FAW).
Menurut Sihombing,(2010:20)[4] desain mempekerjakan berbagai elemen seperti simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.
2.1.2.1  .Fungsi–Fungsi Desain
Menurut Sunarya, (2010:7)[11] :
a.    Fungsi Informasi
Desain selalu menyampaikan informasi dan pengirim pesan secara visual.
b.   Fungsi identifikasi
Desain selalu menyiratkan atau menyuratkan identitas pengirim pesannya lewat karakter visual.
c.    Fungsi Persuasi
Desain mampu mengekspresikan isi dari pesan dan menghadirkan resonansi atau getaran emosi lewat bahasa visual (seperti emosi dalam bahasa musikal) sehingga dapat menimbulkan persuasi.
2.1.3    Pengertian Media
Menurut Maimunah dkk, (2012 : 283)[15] Media adalah sarana untuk menyimpan pesan atau informasi kepada public dengan menggunakan berbagai unsur komunikasi grafis seperti teks atau gambar atau foto.
Menurut Immaniar (2012:133)[5] "Media adalah segala bentuk yang digunakan untuk menyalurkan informasi. Pengertian media yang diberikan AECT (Association for education communication and tecnology) ini menunjukkan bahwa istilah ”media” memiliki makna yang sangat umum".
Media dapat disimpulkan sebagai sarana perantara yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim pesan kapada penerima pesan.
2.1.3.1 Alternatif Media
Secara umum media yang tersedia dapat dikelompokkan menjadi media cetak, media elektronik, media luar ruang, media dalam ruangan, media lini atas dan media lini bawah.
a.    Media Cetak
Yaitu media yang statis dan mengutamakan pesan-pesan dengan jumlah kata, gambar, atau foto, baik dalam tata warna maupun hitam putih. Jenis-jenis media cetak terdiri atas surat kabar, buku profil, majalah, tabloid, brosur dan lain-lain.
b.    Media Elektronik
Yaitu media dengan teknologi dan hanya bisa digunakan bila ada transmisi siaran. Bentuk-bentuk iklan dalam media elektronik biasanya berupa sponsorship, iklan partisipasi (disisipkan ditengah-tengah film atau acara), pengumuman acara, iklan layanan masyarakat, jingle, sandiwara dan lain-lain. Jenis-jenis media elektronik terdiri atas : televisi dan radio.
c.    Media Luar Ruang (outdoor)
Yaitu media iklan (biasanya berukuran besar) yang dipasang ditempattempat terbuka seperti di pinggir jalan, di pusat keramaian, atau tempat-tempat khusus lainnya, seperti di dalam bis, gedung, pagar tembok dan sebagainya. Jenis-jenis media luar ruang meliputi : billboard, baleho, poster, spanduk umbul-umbul, transit (panel bis), balon raksasa dan lain-lain.
d.   Media Lini Bawah
Yaitu media-media minor yang digunakan untuk mengiklankan produk. Umumnya ada empat macam media yang digunakan dalam media lini bawah, yaitu : pameran, direct mail, point of purchase, merchandising schemes dan kalender.
   
2.1.4    Konsep Dasar Informasi
2.1.4.1. Pengertian Informasi
Menurut Maimunah, Sunarya, Larasati,(2012:284) Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimannya, informasi disebut juga data yang diproses atau data yang memiliki arti.
 Menurut McLeod (2012 : 8)[16] Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimannya, informasi disebut juga data yang diproses atau data yang memiliki arti.
Informasi dapat disimpulkan sebagai hasil dari pengelolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan”.
2.1.4.2.  Pengertian Data
Menurut McLeod (2012:5)[15] “Data adalah deskripsi kenyataan yang menggambarkan adanya suatu kejadian (event), data terdiri dari fakta (fact) dan angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai”.
Menurut Kadir, Abdul, (2010 : 29)[9] Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi, yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung kepada pemakai.
Menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin, (2010:2)[2] Pada umumnya, para pakar mendefinisikan data sesuai dengan bidang ilmu yang digelutinya, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.    Data adalah deskripsi dari benda-benda dan kejadian-kejadian yang selalu kita hadapi sehari-hari.
2.    Data adalah sekumpulan deskripsi dari benda-benda (resources) dan kejadian-kejadian (transaksi-transaksi) yang selalu berinteraksi sehari-hari.
3.    Data adalah sekumpulan dari fakta-fakta atau figur-figur.
2.1.4.3  Sumber Data
Menurut Yakub, (2012:6)[21] data dapat diperoleh dari berbagai sumber untuk memperolehnya. Sumber data diklasifikasikan sebagai sumber data internal, sumber data personal, dan sumber data eksternal.
a.    Data Internal
     Data internal sumbernya adalah orang, produk, layanan, dan proses. Data internal umumnya disimpan dalam basis data perusahaan dan biasanya dapat diakses.
b.    Data Personal
     Sumber data personal bukan hanya berupa fakta, tetapi dapat juga mencakup konsep, pemikiran dan opini.
c.    Data Eksternal
     Sumber data eksternal dimulai dari basis data komersial hingga sensor dan satelit. Data ini tersedia di compact disk, flashdisk atau media lainnya dalam bentuk film, suara, gambar, atlas, dan televisi.




2.1.4.4  . Kualitas Informasi
Menurut Kadir, (2011:32)[1] Istilah kualitas informasi (quality of information) terkadang juga dipakai untuk menyatakan informasi yang baik, kualitas informasi sering kali diukur berdasarkan :
1.    Relevansi
     Informasi benar-benar memberikan manfaat bagi pemakai.
2.    Ketepatan Waktu  (timeless)
Menyatakan usia data yang sesuai dengan upaya pengambilan keputusan. Artinya, informasi tersebut tidak usang atau kadaluarsa ketika sampai ke penerima, sehingga masih ada waktu untuk menggunakan informasi tersebut sebagai bahan pengambilan keputusan.
3.    Akurasi 
Menyatakan derajat kebenaran terhadap informasi dan menentukan kehandalan atau rehabilitas informasi. Informasi yang benar-benar bebas kesalahan dikatakan sangat akurat.
2.1.4.5       Nilai Informasi
Menurut Kriyantono, Rachmat, (2011:43)[10] Nilai informasi (value of information) ditentukan oleh dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dianggap bernilai kalau manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Pada kenyataanya, nilai informasi tidak mudah untuk dinyatakan dengan ukuran yang bersifat kuantitatif. Namun, nilai informasi dapat dijelaskan menurut skala relatif. Misalnya, jika suatu informasi dapat menghasilkan hal yang mengurangi ketidakpastian bagi pengambil keputusan, maka nilai informasinya tinggi. Sebaliknya, sekiranya informasi kurang memberikan relevansi bagi pengambil keputusan, informasi tersebut dikatakan kurang bernilai atau nilai informasinya rendah.

2.2                 Teori Khusus
2.2.1.     Sign System
Menurut Septianto,(2010:1)[20] Sign system adalah suatu simbol yang bertujuan sebagai media dalam melakukan interaksi manusia dalam ruang publik.
Dalam pengertian lainnya, sign system juga sebagai petunjuk bagi mereka yang membutuhkannya. Sign system pun harus mempunyai fungsi yang jelas dan efisien.
Peirce dalam Sign In Use, (seperti dikutip Septianto, 2010) menyatakan bahwa sign adalah tanda berbentuk simbol yang dapat mengartikan suatu pesan atau istilah, sign dibuat untuk menjadi pembeda atau pembanding dengan tanda-tanda yang lain.
Raymond Boudon dalam Sign In Use, (seperti dikutip Septianto, 2010) System adalah suatu cara untuk melaksanakan sebuah perencanaan yang telah ada, system juga dapat diartikan menjadi sebuah siasat atau cara untuk dapat menyampaikan sesuatu dengan baik dan mudah.
Pembuatan sign system juga memilki kriteria tersendiri :
a.     Harus mudah dilihat.
b.    Mudah dimengerti.
c.     Penempatannya benar.
d.    Mudah dipercaya (kebenarannya dapat dibuktikan).
e.     Mudah dibaca untuk mereka yang membutuhkannya.
f.        Bersifat jangka panjang.
Sign system yang baik harus memenuhi empat kriteria Julianto (2010) :
a.    Mudah dilihat.
b.    Mudah dibaca.
c.    Mudah dimengerti.
d.   Dapat dipercaya.
2.2.1.1.  Jenis-Jenis Sign System
1.    Tanda Pengenal (Identification) adalah tanda yang digunakan untuk membedakan antara suatu objek dengan objek lainnya, seperti identitas kantor, gedung, perusahaan atau produk.
2.    Tanda Petunjuk dan Informasi Tanda ini berupa tanda yang berguna untuk mengarahkan suatu objek sasaran dengan menginformasikan dimana suatu lokasi atau benda tersebut berada.
3.    Tanda Petunjuk Arah (Direction) Tanda petunjuk arah adalah tanda-tanda yang mencakup arah panah yang mampu mengarahkan objek sasaran menuju suatu tempat, seperti ruangan, jalan ataupun fasilitas lainnya.
4.    Tanda Larangan dan Peringatan (Regulation) Tanda ini berujuan untuk menginformasikan mengenai apa yang tidak boleh dikerjakan atau dilarang. Selain itu, tanda ini juga menginformasi agar audiens berhati-hati.
5.    Tanda Pemberitahuan Resmi Tanda ini menunjukan informasi tentang pemberitahuan resmi dan agar tidak dikacaukan dengan tanda – tanda petunjuk.
2.2.1.2. Struktur Perancangan:
1.    Latar Belakang Masalah dan Identifikasi Masalah, Fokus Permasalahan.
2.     Situasi dan Kondisi (diperkuat oleh wawancara setempat) Didukung dengan SES/Topografi/MAP.
3.    Kondisi Sign System yang ada.
4.    Analisis SWOT.
5.    Konsep Perancangan Visual (Strategi Perancangan , Strategi Kreatif, Konsep Visual), arti dari rancangan.

2.2.2.     Program Aplikasi Penunjang Desain
2.2.2.1.  Adobe Photoshop CS5
Menurut Permana (2010 : 1-4)[17] Adobe Photoshop merupakan salah satu program aplikasi tercanggih dan terpopuler saat ini yang ditujukan untuk menyunting dan memanipulasi image (image-editing). Program aplikasi ini banyak membantu para professional dalam dunia fotografi, pracetak, dan multimedia. Versi terbaru dari Adobe Photoshop yang dikeluarkan secara resmi tanggal 12 April 2010 yang lalu adalah Adobe Photoshop CS5.
Adobe Photoshop CS5 sebagai “The Professional standard in desktop digital imaging” merupakan bagian dari Adobe Master Collection CS5.
Adobe Photoshop CS5 yang untuk selanjutnya disingkat Photoshop CS5 merupakan program aplikasi pengolah image atau gambar bitmap. Image atau gambar bitmap yang disebut gambar raster, merupakan gambar yang dibentuk dari grid-grid warna. Grid ini adalah elemen dasar dari sebuah image atau gambar yang biasa disebut pixel (picture elements) atau piksel.
Pada saat menyunting image atau gambar, proses yang terjadi sebenarnya adalah hanya menyunting lokasi piksel-piksel ini. Gambar bitmap ini biasanya digunakan pada media fotografi atau digital painting, sehingga mode ini sangat tergantung pada tingkat kepadatan (resolusi) grid pikselnya. Semakin tinggi resolusi sebuah gambar atau image, maka piksel yang dikandungnya akan semakin banyak dan semakin rapat, sehingga image atau gambar akan mempunyai detail yang lebih baik atau nyata. Tetapi perlu diperhatikan semakin besar resolusi sebuah image atau gambar akan berakibat ukuran filenya semakin besar.
Photoshop CS5 mempunyai tiga mode warna yang digunakan yaitu RGB, CMYK, dan Index Color. Stuktur image atau gambar yang dihasilkan monitor dengan image atau gambar cetak mempunyai perbedaan. Layar komputer atau monitor mempunyai elemen pembentukan warna Red, Green, dan Blue (RGB) sedangkan warna yang dihasilkan oleh media cetak mempunyai 4 kali proses pewarnaan yaitu Cyan, Magenta, Yellow, dan blacK (CMYK). Photoshop CS5 Extended memiliki kemampuan yang mencakup semua fitur pada Adobe Photoshop CS5, ditambah fitur baru untuk dapat bekerja dengan 3D model (visualisasi 3D), gerakan berbasis konten (motion-based content), dan kemampuan analisa gambar yang lebih lengkap.
Photoshop CS5 Extended telah mendukung berbagai format file 3D yang dapat dengan mudah menggabungkan dan memanipulasi objek 3D yang telah ada, membuat objek 3D baru, menyunting dan membuat 3D textures dan menggabungkan objek 3D dan 2D dengan kinerja yang lebih cepat sehingga proses editing properties seperti pencahayaan (light) dan kemampuan untuk menciptakan rendering tampil lebih realistic dengan ray tracer berkualitas tinggi. Dengan Photoshop CS5 Extended dimungkinkan untuk membuka dan bekerja dengan file 3D yang dibuat oleh program-program aplikasi seperti Adobe Acrobat 3D versi 8, 3D Studio Max, Alias, Maya, dan Google Eart. Photoshop 3D telah mendukung berbagai format file seperti U3D, 3DS, OBJ, KMZ, dan DAE. Berbagai kelebihan lain dari Photoshop CS5 Extended diantaranya telah tersedianya berbagai tools canggih untuk menganalisa dan menyunting Technical Image, sudah terintegrasi dengan MATLAB, dan telah pula mendukung format DICOM medical imaging.
Pemahaman elemen dasar dari jendela kerja Photoshop CS5 secara tidak langsung akan meningkatkan produktifitas kerja. Elemen dasar dari jendela kerja Photoshop CS5 diantaranya:
a.          Menu Bar atau Baris Menu, berisi barisan perintah berupa menu, seperti menu File, Edit, Image, Layer, Select, Filter, Analysis, 3D, View, Window dan Help.
b.         Control Panel atau Option Bar, berisi tombol-tombol pengaturan tambahan, sesuai dengan toolbox yang sedang dipilih.
c.         Tools Panel atau Toolbox, berisi tombol-tombol yang mewakili alat atau piranti yang digunakan untuk membuat dan menyunting image atau objek.
d.        Area Kerja Image (Active Image Area) atau Document Windows merupakan jendela kerja yang digunakan untuk berkreasi atau menyunting image yang aktif.
e.         Collapse to Icon/Expand Panel, pada Photoshop CS5 dapat dengan mudah menutup atau membuka panel sebuah icon.
f.          Workshop switcher, digunakan untuk memilih dan mengatur format tampilan jendela kerja (workspace). Untuk memilih dan mengatur workspace dapat juga lakukan dengan memilih menu Window>Workspace, kemudian pilih workspace yang diinginkan.
g.         Panel, digunakan untuk memonitor dan mengatur berbagai parameter ketika menyunting suatu image. Untuk menampilkan panel tertentu dapat juga dilakukan dengan memilih menu Window, kemudian pilih panel yang diinginkan.

b
a
c
d
 






Gambar 2.1.
Jendela Program Adobe Photoshop CS5
Keterangan :
a.    Baris judul ( Title Bar ) berisi nama untuk judul program yang sedang aktif.
b.    Baris Menu ( Menu Bar ) berisi barisan perintah berupa menu yang terdiri dari  File, Edit, Image, Layer, Select, Filter, Analysis, 3D,  View, Window, Help.
c.     Tool Box berisi piranti untuk menggambar dan memodifikasi image.
d.    Lembar Canvas digunakan sebagai lembar kerja atau penempatan obyek teks dan   gambar.
Fungsi dari masing-masing tools di dalam Adobe Photoshop adalah sebagai berikut :



Tabel 2.1 Tools Program Adobe Photoshop CS5.
Simbol
Penjelasan
Marquee Tool berfungsi untuk menyeleksi dalam bentuk kotak.
Crop Tool berfungsi untuk menyeleksi image yang akan di ambil.
  Slice Tool berfungsi untuk memotong image menjadi beberapa bagian.
Art History Brush Tool berfungsi untuk mengembalikan seperti awalnya, yaitu sebelum memberi effect.
Blur Tool berfungsi untuk mengeblur warna pada suatu image.
Clone Stamp Tool berfungsi untuk mengambil image foto pada titik tertentu.
Eraser Tool berfungsi untuk menghapus image
Ellips Tool berfungsi untuk membuat lingkaran
Type Tool berfungsi untuk mengetik dan mengolah teks.
Pen Tool berfungsi untuk membentuk garis dengan bantuan titik.
Eyedroper Tool berfungsi untuk mengecek warna image atau mengambil warna yang sama
Notes Tool berfungsi untuk memberi keterangan gambar
Hand Tool berfungsi untuk menggulung atau menggeser layar
Zoom Tool berfungsi untuk memperbesar dan memperkecil tampilan layar  
Healing Brush Tool berfungsi untuk menghilangkan, membersihkan image foto yang kotor atau rusak.
Magic Wand Tool berfungsi untuk menyeleksi image menurut area warna tertentu / daerah warna yang sama.
Move Tool berfungsi untuk menggerakkan image atau memindahkan image yang telah diseleksi.
Lasso Tool berfungsi untuk menyeleksi image dengan cara mengikuti alur gambar yang ingin diseleksi.


2.2.2.2.  Adobe Illustrator CS4
Menurut MADCOMS (2010:1-4)[14] Adobe Illustrator CS4 adalah salah  satu  program  yang  digunakan untuk mendesain grafis, dilensikapi dengan fasilitas perintah termasuk tool yang baru, panel, pilihan opsi, dan fitur-fitur khusus yang dapat dipakai untuk memaksimalkan pengerjaan desain. Adobe Illustrator CS4 menciptakan tool dan panel dengan fungsi yang tidak jauh dengan versi sebelumnya, sehingga memudahkan Anda untuk belajar dan memahami Adobe Illustrator C54 dengan cepat. Bab ini akan memperkenalkan kepada Anda tentang lembar kerja, tool, dan panel dalam Adobe Illustrator CS4.



1.         Mengenal Lembar Kerja Illustrator CS4
Saat pertama kali Anda menjalankan Adobe Illustrator C54, maka akan selalu ditampilkan Jendela Welcome Screen (layar selamat datang) yang tepat di tengah layar Anda.








Gambar 2.2.
Tampilan Welcome Screen Adobe Illustrator CS4
a.        Welcome Screen
Welcome Screen berisi daftar link 9 file terakhir yang pernah dibuka/dikerjakan sebelumnya, atau sering disebut Open a Recent Item, link untuk membuat dokumen kosong berbagal jenis proyek, dan link untuk mengunjungi halarnan web Adobe.
·      Open a Recent Item, menampilkan nama-nama file yang pernah dibuka.
·      Open, digunakan untuk membukan file yang tersimpan.
·      Create New, manampilkan kotak dialog dokumen baru untuk membuat lembar kerja baru.
·      Getting Started, New Features, Resources, Illustrator Exchange, untuk membuka jendela Adobe Help Viewer.
·      From Template, untuk memilih template yang sudah disediakan.
·      Aktifkan pilihan Don't show again jika Anda tidak ingin menampilkan jendela ini saat menjalankan kembali program.
b.        Menu Bar
Menu bar berisi opsi/perintah yang berfungsi untuk menuju ke fitur Illustrator, tool-tool, dan perintah untuk memaksimalkan pengerjan desain



Gambar 2.3.
Tampilan Menu Bar
c.         Control Panel
Control Panel adalah perintah khusus yang menawarkan akses cepat ke pintasan yang berhubungan dengan objek yang Anda pilih. Secara default, Control Panel adalah dock (area khusus) di bagian atas lembar kerja.
Pilihan yang ditampilkan di Control Panel bervariasi, tergantung pada jenis objek atau alat yang Anda pilih, misalnya, jika Anda memilih salah satu objek teks, Control Panel menampilkan pilihan format teks selain pilihan untuk mengubah warna, penempatan, dan dimensi objek.





Gambar 2.4.
Tampilan Control Panel
a.      Status Bar
Status Bar akan muncul di bagian kiri bawah ujung lembar kerja yang menampilkan presentasi zoom.tampilan  dan informasi tentang salah satu topik berikut: alat yang sedang digunakan, tanggal dan waktu, jumlah undo dan redo yang tersedia. profil warna dokumen, atau status dari sebuah file yang dikelola.


Gambar 2.5.
Tampilan Status Bar
a.      Magnification
Magnification berada di dalam status bar, berfungsi untuk mengatur zoom (tampilan) lembar kerja, mulai dari nilai 3.13% sampai 6400%. Gunakan menu drop down untuk mengatur  perbesaran, atau gunakan kombinasi tombol Ctrl+- untuk mengurangi pembesaran dan Ctrl ++ pada keyboard untuk menambah perbesaran.
b.      Display Area
Display area yang berada di dalam status bar berfungi menampilkan alat yang dipakai. tanggal dan waktu, jumlah undo atau redo, dan profil warna dokumen.
c.       Artboard
Artboard adalah segi empat yang aktif di area kerja yang menentukan bagian objek mana yang akan dicetak. Objek dapat diposisikan di luar batas Artboard, tetapi hanya objek di dalam Artboard yang dicetak. Anda dapat mengatur ukuran dan kuantitas Artboard setiap kali Anda membuat file baru.
2.2.3 Pengertian Elisitasi dan Tahap Elisitasi
Menurut Guritno (2011:302),[7] “Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk di eksekusi”.
 “Elisitasi merupakan rancangan yang dibuat berdasarkan sistem yang baru yang diinginkan oleh pihak manajemen terkait dan disanggupi oleh penulis untuk di eksekusi”. Elisitasi didapat melalui metode wawancara dan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu:
1.        Tahap I
Berisi seluruh rancangan sistem baru yang diusulkan oleh pihak manajemen terkait melalui proses wawancara.


2.        Tahap II
Hasil pengklasifikasian elisitasi tahap I berdasarkan metode MDI. Metode MDI bertujuan memisahkan antara rancangan sistem yang penting dan harus ada sistem baru dengan rancangan yang disanggupi oleh penulis untuk di eksekusi. M pada MDI berarti mandatory (penting). Maksudnya, requirement tersebut harus ada dan tidak boleh dihilangkan pada saat membuat sistem baru. D pada MDI berarti desirable, maksudnya requirement tersebut tidak terlalu penting dan boleh dihilangkan. Namun, jika requirement tersebut digunakan dalam pembentukan sistem maka akan membuat sistem tersebut lebih sempurna. I pada MDI berarti inessential, maksudnya requirement tersebut bukanlah bagian sistem yang dibahas, tetapi bagian dari luar sistem.
3.        Tahap III
Merupakan hasil penyusutan elisitasi tahap II dengan cara mengeliminasi semua requirement dengan option I pada metode MDI. Selanjutnya semua requirement yang tersisa diklasifikasikan kembali melalui TOE, yaitu:
a.         T artinya teknikal, bagaimana tata cara atau teknik pembuatan requirement dalam sistem disusulkan.
b.         O artinya operasional, bagaimana tata cara pengguna requirement dalam sistem akan dikembangkan.
c.         E artinya ekonomi, berapakah biaya yang diperlukan guna membanguan requirement di dalam sistem.
Metode TOE tersebut dibagi kembali menjadi beberapa option, yaitu:
a.       High (H)  : Sulit untuk dikerjakan, karena teknik pembuatan dan pemakaiannya sulit serta biayanya mahal. Maka requirement tersebut harus di eliminasi.
b.      Middle (M) : Mampu dikerjakan.
c.       Low (L) : Mudah dikerjakan.
4.      Final draft elisitasi
Final draft elisitasi merupakan hasil akhir yang dicapai dari suatu proses elisitasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan suatu sistem yang akan dikembangkan.

2.3.   Literature Review
1.    EFEKTIFIVITAS SIGN SYSTEM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKAASI VISUAL ( SURVAY PADA PENGUNJUNG TAMAN PINTAR YOGYAKARTA ), YOGYAKARTA oleh Chacha Dwi Armadania.[3]
Banyaknya pengunjung yang mendatangi taman pintar tentu membuat perlu adanya sarana untuk mempermudah wisatawan dalam memperoleh informasi ketika berada di lokasi.salah satu sarana yang digunakan taman pintar dalam berkomukasi dengan pengunjung adalah seperangkat sign system.


 

2.    PERANCANGAN SIGN SYSTEM  TAMAN SATWA TARU JURUG, SURAKARTA oleh Fiki Aristantif.[6]
Kini cukup penting keberadaannya dan tidak hanya digunakan untuk lalu lintas dan tanda bangunan,tetapi juga berkembang menjadi tanda di tempat-tempat umum seperti tempat wisata.oleh karna itu sebuah sign system perlu dirancang sebaik mungkin sehingga dapat menjadi sign system yang efektif dalam menyampaikan pesan atau informasi.sehingga untuk memudahkan para pengunjung untuk mempermudah menggunakan fasilitas yang disediakan oleh taman satwa taru jurug.
3.    PERANCANGAN ULANG SIGN SYSTEM DI STASIUN KERETA KIARACONDONG BANDUNG,BANDUNG oleh Ruth Dina Mentari Hutasoit[19]
Sistem tanda adalah media informasi yang membantu orang untuk menemukan jalan mereka atau tujuan dalam lingkungan. Sistem pertanda baik dapat dipahami oleh penonton melalui informasi dan visualisasi memang. Berdasarkan situasi dan manajemen data, kita perlu mendesain ulang sistem tanda dengan integrasi yang baik di Stasiun Kereta Api Kiaracondong untuk bantuan pengunjung di stasiun kereta api untuk mendapatkan kebutuhan mereka seperti informasi dan navigasi. Dalam tujuan lain, sistem tanda ulang dapat meningkatkan citra PT KAI di transportasi bisnis.
4.     EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SIGN SYSTEM  DI KEBUN BINATANG GEMBIRA LOKA YOGYAKARTA. Oleh  Istri Dwi Astuti, Skripsi 2013/2014 [8]
Penelitian ini diambil dari mahasiswa yang telah melaksanakan Skripsi dan mempunyai kesamaan dalam topik atau pembahasan mengenai Media Sign System.
5.    PERANCANGAN SIGN SYSTEM RUMAH SAKIT PANTI NIRMALA. Oleh Burhanuddin M. Yusuf A, Skripsi 2013/2014[13]
Penelitian ini diambil dari Laporan mahasiswa yang telah melaksanakan skripsi dan mempunyai kesamaan dalam topik atau pembahasan mengenai Media Sign System. Adapun Laporan yang telah diteliti adalah Media informasi yang ada pada Panti Nirmala.
 
BAB III
IDENTIFIKASI MASALAH

3.1.       Gambaran Umum Objek Yang Diteliti
3.1.1.     Sejarah Singkat
Pembangunan kesehatan di Kabupaten Tangerang pada tahun 2011 bila dibandingkan dengan pembangunan kesehatan tahun 2010 telah  menunjukkan peningkatan, selain anggaran pemerintah daerah yang meningkat, bertambahnya anggaran untuk masyarakat tidak mampu melalui jamkesmas, jampersal dan jamkesda telah berhasil meningkatkan upaya peningkatan pelayanan publik  publik disektor kesehatan mulai dari pelayanan dasar sampai dengan pelayanan rujukan .
Upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia kesehatan secara berkelanjutan terus dilakukan, diantaranya melalui kegiatan pelatihan dan workshop, dengan tujuan agar petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan dengan lebih profesional dan sesuai dengan kompetensinya .
Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dilakukan juga melalui peningkatan status puskesmas menjadi puskesmas yang sudah menerapkan ISO, di tahun 2011 sudah ada 7 puskesmas yang telah memiliki sertifikat ISO 9001-2008 yaitu Puskesmas Kelapa Dua, Puskesmas Mauk, Puskesmas, Puskesmas Sepatan, Puskesmas Kronjo, Puskesmas Jl Emas, Puskesmas Balaraja dan Puskesmas Curug ,sehingga masyarakat mendapatkan mutu pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu hal ini harus terus kita jaga, mengingat  penyebab penyakit yang disebabkan lingkungan dan pola hidup yang tidak sehat masih sangat dominan. 
Pelayanan rujukan secara bertahap ditingkatkan kualitasnya melalui  peningkatan kemampuan tenaga medis maupun non medis baik secara tehnis maupun manajemen. Hal lain yang perlu disadari bahwa keberhasilan peningkatan kesehatan masyarakat juga dipengaruhi dari dukungan  instansi – instansi pemerintah lainnya seperti Dinas Pendidikan, BKBPP, Dinas Pekerjaan Umum, Bappeda ,BLHD, Disbangkin dan lain-lain, dengan adanya kerjasama semua instansi yang terkait, maka semakin mempercepat pencapaian Visi Pembangunan Kesehatan Kabupaten Tangerang , yaitu “Kemandirian Masyarakat Untuk Hidup Sehat”.  Kondisi pembangunan kesehatan tahun 2011 secara lintas program dijalankan dengan strategi dan perencanaan yang berpihak kepada masyarakat.
Kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup bersih dan sehat menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu hal ini harus terus kita jaga, mengingat  penyebab penyakit yang disebabkan lingkungan dan pola hidup yang tidak sehat masih sangat dominan, keluhan masyarakat terhadap pelayanan rujukan masih terasa namun secara bertahap permasalahan ini dapat diatasi dengan peningkatan kemampuan tenaga medis maupun non medis baik secara tehnis maupun manajemen.
Hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah bahwa keberhasilan peningkatan kesehatan masyarakat juga dipengaruhi dari dukungan  instansi – instansi pemerintah lainnya seperti Dinas Pendidikan, BKBPP, Dinas Pekerjaan Umum, Bappeda,BLDH dan lain-lain, dengan adanya kerjasama semua instansi yang terkait, maka semakin mempercepat pencapaian Visi Pembangunan Kesehatan Kabupaten Tangerang , yaitu “Kemandirian Masyarakat Untuk Hidup Sehat ”. Kondisi pembangunan kesehatan tahun 2012 secara lintas program dijalankan dengan strategi dan perencanaan yang berpihak kepada masyarakat.
3.1.2.    Visi dan Misi Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang
3.1.2.1. Visi Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang
“Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang sehat secara mandiri
dan berkeadilan”.
3.1.2.2.   Misi Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang
1.    Meningkatkan aksesibilitas dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan tujukan bagi seluruh masyrakat disemua wilayah Kabupaten Tangerang.
2.    Meningkatkan upaya pengulangan masalah kessehatan dan penyehatan lingkungan.
3.    Meningkatkan kemandirian masyarakat di bidang kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat, swasta dan lintas sektor.
4.    Meningkatkan upaya pencegahan, pnanggulangan kejadian luar biasa (KLB) dan bencana secara terpadu dengan melibatkan peran aktif masyarakat.
5.    Meningkatkan kuantitas,kualitas sumber daya dan manajemen kesehatan.

3.1.3. Struktur Organisasi
Gambar 3.1. Struktur Organisasi
3.1.4. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi
Berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Tangerang Nomor 8 Tahun 2010 tentang organisasi perangkat daerah kabupaten tangerangtelh ditetapkan dinas kesehatan sebagai salah satu perangkat Daerah Kabpatan Tangerang. Dinas kesehatan kabupaten tangerang merupakan unsur pelaksana otonomi daerah yang menyelenggarakan pelayanan di idang kesehatan yang merupakan tugas pokok melakukan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas perbantuan di bidang kesehatan sesuai dengan kewenaangan dan kebijakan pemerintahan daerah.

Adapun struktur organisasi Dinas Kesehatan terdiri atas :
1.      Kepala Dinas
2.      Sekretariat
·         Sub bagian umum dan perancangan
·         Sub bagian kepegawaian
·         Sub bagian keuangan
3.      Bidang Penceehan, Pemberantasan Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan
·      Seksi Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit
·      Seksi Pengamatan Penyakit Dan Imunisasi
·      Seksi Peyehatan Lingkungan
4.      Bidang Pelayanan Kesehatan
·       Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan Pemerintah
·       Seksi Pelaayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan Swasta
·       Seksi Farmasi, Pembekalan Kesehatan dan Makanan
5.      Bidang Kesehatan Keluarga
·         Seksi Gizi
·         Seksi Kesehatan Ibu, Anak dan Keluarga Berencana
·         Seksi Kesehatan Remaja dan Lanjut Usia
6.      Bidang Pengmbangan Dan Promosi Kesehatan
·         Seksi Pengembaangan Sumber Daya Kesehatan
·         Seksi Peran Serta Masyarakat dan Kemitraan
·         Seksi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan
7.      Unit Pelaksana Teknis
8.      Kelompok Jabatan Fungsional
Adapun tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sesuai dengan peraturan bupati Tangerang nomor 38 tahun 2010 tentang tugas pokok, fungsi dn tata kerja dinas kesehatan kabupaten tangerang adalah sebagai berikut :
1)      Dinas mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan dibidang kesehatan sesuai dengan kewenangan dan kebijakan pemerintahan daeraah.
2)      Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Dinas kesehatan mempunyai fungsi :
a.       Perumusan kebijakan teknis bidang kesehatan,
b.      Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang kesehatan,
c.       Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang kesehaatan,
d.      Perancangan, Pelaksanaan, Pengawasan dan pengendalian bidang pencegahan, pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, kesehatan keluarga, pengembangan dan promosi kesehatan,
e.       Perancngan program-program kesehatan dengan pendekatan peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), pengobatan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif),
f.       Pembinaan menajemen kesehatan daerah yang meliputi perancangan, pelaksanaan ddan pengendalian kebijakan kesehatan,
g.      Pembinaan, pengawasan operasional dan pengendalian atas pengelolaan  pelayanan kesehatan pada fasilitas-fasilitas kesehatan baik pemerintah maupun swasta serta fasiliitas non kesehatan yang mempunyai pengaruh kepada kesehatan masyarakat,
h.      Pengupayaan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan,
i.        Peraanccangan dan pembinaan pelayanan kesehatan keluarga, pelayanan medis KB dan gizi masyarakat,
j.        Perancaangan, pembinaan, pelaksanaan, pengamatan, pencegahan dan pemberantasan penyakit dan penanganan kejadian Luar biasa bidang kesehatan,
k.      Perencanaan, pembinaan dan pelaksanaan upaya kesehatan lingkungan dan pemantauan dampak pembangunan terhadap kesehatan lingkungan,
l.        Perancangan dan pengadaan obat untuk puskesmas dan jaringannya serta pengawasan sarana dan sediaan farmasi di sarana pelayanan swasta,
m.    Pengawasan makanan dan minuman yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan masyarakat dari proses produksi sampai dengan peredarannya,
n.      Pembinaan, pengawasan, dan pegendalian sarana pelayanan kesehatan dasar dan rujukan baik pemerintahan maupun swasta,
o.      Penyusunan, pelaksanaan dan pengembangan sistem kesehatan daerah,
p.      Pengembangan sistem pembiayaan kesehtan melalui jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat dan atau sistem lain,
q.      Pembinaan dan pengawwasan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan,
r.        Perencanaan, pelaksaan dan pembinaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin,
s.       Penanggulangan masalah kedaduratan dan bencana,
t.        Perencanaan penyelenggaraan dan pengembangan sistem informasi kesehatan daerah,
u.      Perencanaan, pengembangan dan pendayagunaan sumber daya kesehatan,
v.      Perancanaan, pelaksanaan dan pengembangan promosi kesehatan.
3)      Dinas dipimpin oleh seorang kepala dinas yang bertanggung jawab kepada bupati melalui sekretaris daerah.
Tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang di dinas kesehatan dapat dijelaskan sebagai berikut :
A.  Sekretariat
1.      Sekretariat dinas mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan pembinaan dan koordinasi serta pengawasan dan pengendalian bidang umum dan perancangan, kepegawaian serta keuangan dinas
2.      Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekretariat mempunyai fungsi :
a.    Perancangan dan pengelolaan bahan perumusan kebijakan yang berkaitan dengan umum dan perancangan, kepegawaian serta keuangan dinas
b.    Pelaksanaan pemberian fasilitas dan dukungan pelayanan teknis administrasi di lingkungan dinas
c.    Pelaksanaan penyusunan program kegiatan bidang umum dan perancangan, kepegawaian serta keuangan dinas
d.   Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, tata naskah dinas, kearsipan.perlengkapan rumah tangga dan pemeliharaan sarana dan prasarana dinas
e.    Pelaksanaan tertib administrasi pengelolaan inventarisasi barang, pemeliharaan sarana dan prasarana, perlengkapan dan aset dinas
f.     Pelaksanaan pengelolaan administrasi dan penatausahaan keuangan
g.    Pelaksanaan dan pembinaan organisasi dan tata laksana di lingkup dinas
h.    Pelaksanaan koordinasi dengan instansi/ lembaga lainnya terkait kegiatan dinas
i.      Pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pelaporan kegiatan dinas
j.      Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai bidang tugasnya

B.     Bidang Penceehan, Pemberantasan Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan
1.      Bidang pencegahan, pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan pembinaan dan koordinasi serta pengawasan dan pengendalian program pencegahan penyakit, pemberantasan dan pengendalian penyakit serta upaya penyehatan lingkungan
2.      Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) Bidang pencegahan, pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan mempunyai fungsi :
a.       Perencanaan kegiatan pengumpulan data perumusan program dan pengendalian pengamat penyakit, pencegahan penyakit, pemberantasan dan pengendalian penyakit bersumber pada binatang (P2B2) dan penyakit menular langsung (P2ML) serta penyakit tidak menular, penyehatan lingkungan tempat-tempat umum, lingkungan pemukiman serta lingkungan kerja perusahaan
b.      Pelaksanaan pengumpulan, pengelolaan, penganalisaan data program dan pengendalian pengamat penyakit, pencegahan penyakit, pemberantasan dan pengendalian  penyakit bersumber pada binatang (P2B2) dan penyakit menular, penyehatan lingkungan tempat-tempat umum, lingkungan pemukiman serta lingkungan kerja perusahaan
c.       Pelaksanaan kegiatan program dan pengendalian pengamat penyakit, pencegahan penyakit, pemberantasan dan pengendalian penyakit bersumber pada binatang (P2B2) dan penyakit menular, penyehatan lingkungan tempat-tempat umum, lingkungan pemukiman serta lingkungan kerja perusahaan
d.      Pelaksanaan koordinasi dengan instansi/lembaga lainnya terkait program dan pengendalian pengamatan penyakit, pencegahan penyakit, pemberantasan dan pengendalian penyakit bersumber pada binatang (P2B2) dan penyakit menular, penyehatan lingkungan tempat-tempat umum, lingkungan pemuiman serta lingungan  kerja perusahaan
e.       Pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pelaporan program
f.       Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
C.     Bidang Pelayanan Kesehatan
1.      Bidaang pelayanan kesehatan mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan pembinaan dan koordinasi serta pengawasan dan pengendalian program pelayanan kesehatan.
2.      Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Bidang Pelayanan Kesehatan mempunyai fungsi :
a.       Perancanaan program pelayanan kesehatan masyarakat miskin, peningkatan mutu kesehatan dasar dan rujukan, masalah kesehatan, kedaruratan dan berencana, pembinaan dan pengawasan sediaan farmasi, pengawasan pangan dari proses produksi sampai peredarannya, kebutuhan alat keesehatan untuk puskesmas dan jaringannya serta pengawasan dan pengendalian kesehatan;
b.      Pelaksanaan pengumpulan, pengelolahan, penganalisaan data pelayanan kesehatan masyarakat miskin, peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, masalah kesehatan, kedaruratan dan bencana, pembinaan dan pengawasan sediaan farmasi, pengawasan pangan dari proses produksi sampai peredarannya, kebutuhan alat kesehatan untuk puskesmas dan jaringannya serta pengawasan dan pengendalian kesehatan;
c.       Pelaksanaan program pelayanan kesehatan masyarakat miskin, peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, masalah kesehatan, kedaruratan dan bencana, pembinaan dan pengawasan sediaan farmasi, pengawasan pangan dari proses produksi sampai peredarannya, kebutuhan alat kesehatan untuk puskesmas dan jaringannya serta pengawasan dan pengendalian kesehatan;
d.      Pelaksanaan koordinasi dengan instansi/lembaga lainnya terkait pelayanan kesehatan masyarakat miskin, peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, masalah kesehatan, kedaruratan dan bencana, pembinaan dan pengawasan sediaan farmasi, pengawasan pangan dari proses produksi sampai peredarannya, kebutuhan alat kesehatan untuk puskesmas dan jaringannya serta pengawasan dan pengendalian kesehatan;
D.    Bidang Kesehatan Keluarga
1.      Bidang kesehatan keluarga mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan pembinaan dan koordinasi serta pengawasan dan pengendalian program kesehatan ibu dan anak, pelayanan medis keluarga berencana, kesehatan remaj dan lanjut usia serta peninngkatan gizi masyarkat.
2.      Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Kesehatan Keluarga mempunyai fungsi :
a.       Perencanakan kegiatan pengumpulan data bahan perumusan program usaha kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak, pelayanan medis keluarga berencana, kesehatan remaja dan lanjut usia serta penngkatan gizi masyarakat;
b.      Pelaksanaan pengumpulan, pengelolahan, penganalisa data program usaha kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak, pelayanan medis keluarga berencana, kesehatan remaja dan lanjut usia serta penngkatan gizi masyarakat;
c.       Pelaksanaan kegiatan program usaha kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak, pelayanan medis keluarga berencana, kesehatan remaja dan lanjut usia serta peningkatan gizi masyarakat;
d.      Pelaksanaan koordinasi dengan instansi/lembaga lainnya terkait program usaha kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak, pelayanan medis keluarga berencana, kesehatan remaja dan lanjut usia serta peningkatan gizi masyarakat;
e.       Pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pelaporan kegiatan program;
f.       Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
E.     Bidang Pengembangan Dan Promosi Kesehatan
1.      Bidang pengembangan dan promosi kesehatan mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan pembinaan dan koordinasi serta pengawasan dan pengendalian program pengembangan sistem informasi kesehatan, pengembangan sumber daya kesehatan dan manajemen data kesehatan.
2.      Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bidang pengembangan dan promosi kesehatan mempunyai fungsi :
a.       Perencanaan kegiatan pengumpulan data bahan perumusan program pengembangan metode dan penyebarluasan informasi kesehatan, bina peran serta masyarakat serta kemitraan, melaksanakan pengembangan sistem informasi kesehatan, pengembangan sumber daya kesehatan, manajemen data kesehatan dan pemanfaatan sarana penyuluhan kesehatan;
b.      Pelaksanaan penumpulan, pengolahan, penganalisa data program pengembangan metode dan penyebarluasan informasi kesehatan, bina peran serta masyarakat serta kemitraan, melaksanakan pengembangan sistem informasi kesehatan, pengembangan sumber daya kesehatan, manajemen data kesehatan dan pemanfaatan sarana penyuluhan kesehatan;
c.       Pelaksanaan kegiatan program pengembangan metode dan penyebarluasan informasi kesehatan, bina peran serta masyrakat serta kemitraan, melaksanakan pengembangan sistem informasi kesehatan, pengembangan sumber daya kesehatan, manajemen data kesehatan dan pemanfaatan sarana penyuluhan kesehatan;
d.      Pelaksanaan koordinasi dengan instansi/lembaga lainnya terkait kegiatan program pengembangan metode dan penyebarluasan informasi kesehatan, bina peran serta masyrakat serta kemitraan, melaksanakan pengembangan sistem informasi kesehatan, pengembangan sumber daya kesehatan, manajemen data kesehatan dan pemanfaatan sarana penyuluhan kesehatan;
e.       Pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pelaporan kegiatan;
f.       Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
3.2.      Produk Informasi
3.2.1.      Produk
Media Sign System berfungsi sebagai salah satu media informasi dalam bentuk visual, yang umumnya Sign System adalah media informasi berupa petunjuk arah, biasanya dipakai pada sebuah lembaga untuk menunjukkan ruangan-ruangan yang terdapat pada lembaga tersebut. Sign System berisikan seluruh informasi berupa keterangan nama dari setiap  ruangan di dalam gedung tersebut.
 Sarana sign system mempunyai peranan yang sangat penting untuk menginformasikan suatu petunjuk kepada pegawai atau tamu yang datang, hal ini dinilai sangat efektif sehingga dibutuhkan media sign system yang menarik yang ditujukan kepada  pegawai dan tamu yang datang, serta seluruh audience yang melihatnya. Media tersebut memiliki kelebihan yaitu, sebagai petunjuk arah dimana sign system ini sangatlah berguna bagi setiap lembaga untuk mengetahui di mana letak dari setiap ruangan di dalam gedung tersebut. Sehingga pada dasarnya Sign System yang mudah dilihat, dibaca, dan secara visual memiliki daya tarik, yang akan banyak menarik perhatian audience, baik menarik dari segi image maupun tulisan. Oleh karena keunggulan diataslah media informasi melalui Sign System menjadi prioritas bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
3.2.2.      Latar Belakang Produk
Saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dalam memberikan informasi mengenai sign system yang ada di setiap ruangan hanya berupa tulisan biasa belum di desain secara menarik secara tampilan visualisasi serta beberapa ruangan ada yang belum terdapat petunjuk secara jelas dan kurang rinci informasinya pada setiap bagian bagian ruangan.
Melihat dari permasalahan yang ada, dengan belum terdapatnya bentuk media sign system yang dapat memberikan informasi serta diharapkan akan memudahkan audience dalam mencari ruangan yang akan dituju, sebagai bahan penelitian dalam memenuhi tugas akhir penulis akan merancang sebuah media sign system pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, yang nantinya diharapkan menjadi salah satu media informasi yang efektif, dan diharapkan pegawai dan tamu yang berkunjung dapat dengan mudah menemukan ruangan yang ingin dituju.
3.2.3.      Perkembangan Produk
Agar lebih lengkap dan menarik perhatian serta dapat membangun image atau citra Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, maka dirancanglah sebuah media informasi dalam bentuk media Sign System yang menarik, hasil karya media tersebut dirancang untuk memudahkan audience dalam mencari ruangan yang akan dituju, serta untuk meningkatkan citra Dinas Kesehatan dengan memberikan pelayanan yang terbaik di bidang kesehatan khususnya bagi masyarakat kabupaten Tangerang.
3.2.4. Material Produk
Dalam karyanya penulis menggunakan produk berupa Media Komunikasi Visual yang didalamnya terdapat media sebagai berikut :
Tabel 3.1.
Material Produk pembuatan media sign system
Jenis Produk
Material Produk
Media Informasi menggunakan sign system

1.      Komputer PC/Laptop
2.      Kertas Art Carton 260 gram
3.      Bingkai Kayu




3.2.5.      Spesifikasi Produk
Agar lebih lengkap dan menarik perhatian serta dapat membangun image atau citra Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, maka dirancanglah sebuah media informasi dalam bentuk sign system yang menarik, hasil karya media tersebut dirancang untuk memberikan nilai lebih pada saat menyampaikan informasi. Di dalam proses pembuatanya terdapat manfaat, kelebihan, dan kekurangannya.
1.      Manfaat
a.       Dapat menjadi media informasi yang efektif.
b.      Lebih menarik dari segi tampilan.


2.      Kelebihan
a.       Memudahkan para staff dan  tamu yang datang untuk mencari ruangan yang mereka tuju.
b.      Tampilan lebih menarik dengan adanya tampilan desain visualisasi.
3.      Kekurangan
a.       Mudah rusak
3.2.6.      Harga Produk
Pembuatan media Sign System  ini membutuhkan biaya yang cukup besar jika diproduksi dalam jumlah banyak untuk diimplementasikan pada setiap ruangan yang ada pada Dinas Kesehatan, di dalam proses pembuatannya dibutuhkan ide kreatif untuk komposisi desain dalam pembuatan media sign system agar terlihat lebih menarik, mudah dilihat, mudah dibaca, mudah dimengerti oleh audience yang melihatnya.

3.3.      Market Analisis
Market analisis adalah investigasi terdokumentasi dari pasar yang digunakan untuk menginformasikan kegiatan perencanaan instansi terutama sekitar keputusan persediaan, pembelian, perluasan tenaga kerja, fasilitas, pembelian peralatan modal, kegiatan informasi dan banyak aspek lain dari instansi.
3.3.1.  Market Positioning
Positioning merupakan penempatan pesan dibenak audience. Pada celah mana suatu image atau citra ”pesan” mengenai produk, jasa, ide atau gagasan akan diposisikan di dalam benak konsumen.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat kabupaten Tangerang, dengan merancang media informasi berupa sign system yang nantinya akan di tempatkan pada setiap ruangan yang ada di dinas kesehatan kabupaten Tangerang, dengan tujuan untuk memudahkan audience dalam mencari ruangan yang akan mereka tuju. Adapun desain yang dibuat dengan memperhatikan tampilan visualisasi yang menarik, dengan informasi yang mudah dilihat, dibaca, serta mudah dimengerti oleh audience. Melalui rancangan sign system tersebut diharapkan akan meningkatkan citra dari suatu lembaga.

3.4.      Potensial Market
Media Sign System sebagai sarana penunjang informasi ini ditujukan untuk para tamu dan pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang agar mengetahui ruangan-ruangan yang berada di area Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

3.5.      Market Segmentation
Geografi    :  Kabupaten Tangerang.
            Demografi : 1.   Jenis Kelamin     :  Pria & Wanita
                                 2.   Kelas Ekonomi   :  Menengah
                                 3.   Sasaran               :  a. Para Tamu
                                                                     b. Pegawai
                                                                     c. Masyarakat
Psikografi : Pegawai, para tamu, dan Masyarakat yang ingin lebih mengetahui informasi media sign system pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
3.6.      Budget Produksi Media
Adapun perkiraan biaya produksi yang akan dikeluarkan untuk perancangan media sign system pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang adalah sebagai berikut:
Tabel 3.2.
Perkiraan Biaya Produksi

No.
Jenis Media
Material
Satuan
Qty
Harga
1
Sign System
Kertas Art karton 260gr
Rp.10.000,-
21
Rp.210.000,-
2
Laminating
Plastik Laminating
Rp.3.000,-
21
Rp.63.000,-
3
Bingkai
Kayu
Rp.20.000,-
21
Rp.420.000,-
Total
Rp.693.000,-

3.7.      Konfigurasi Hardware
3.7.1.      Konfigurasi Hardware
Perancangan tersebut menggunakan 1 unit Laptop dengan spesifikasi sebagai berikut:
1.      Processor  : AMD A8-6410 APU with AMD Radeon R5 Graphics 2.00 GHz
2.      Monitor     : 14.0
3.      Mouse        : Optic
4.      RAM         : 4GB DDR3
5.      Hard disk  : 500 Gb
6.      Keyboard  : US
7.      VGA         : 512 Mb

3.7.2.      Software yang Digunakan
Perancangan tersebut menggunakan 1 unit Laptop dengan spesifikasi sebagai berikut :
a.      Adobe Illustrator CS5
b.      Adobe Photoshop CS5

3.8.      User Requipment
3.8.1.      Elisitasi Tahap 1
Tabel 3.3 Elisitasi Tahap 1
FUNGSIONAL
No
ANALISA KEBUTUHAN
Saya ingin dapat :
Tampilan Pada Media
1.
Menampilkan Logo Kesehatan
2.
Menampilkan Elemen Design
3.
Menampilkan Simbol
4.
Menampilkan Nama Ruangan
5.
Menampilkan Logo Kabupaten Tangerang
6.
Menampilkan Alamat Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang
Media Promosi
1.
Sign System Kepala Dinas
2.
Sign System Sekretariat
3.
Sign System Sub bagian umum dan perancangan
4.
Sign System Sub bagian kepegawaian
5.
Sign System Sub bagian keuangan
6.
Sign System Bagian Pencegahan, pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan
7.
Sign System Seksi pencegahan dan pemberantasan penyakit
8.
Sign System Seksi pengamatan penyakit dan imunisasi
9.
Sign System penyehatan lingkungan
10
Sign System Bidang pelayanan kesehatan
11
Sign System seksi pelayanan kesehatan dasar dan rujukan pemerintah
12
Sign System Seksi pelayanan kesehatan dasar dan rujukan swasta
13
Sign System seksi farmasi, pembekalan kesehatan dan makanan
14
Sign System Kesehatan Keluarga
15
Sign System Seksi gizi
16
Sign System Seksi kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana
17
Sign System Seksi kesehatann remaja dan lanjut usia
18
Sign System bidang pengembaangan dan promosi kesehatan
19
Sign System seksi pengembangan sumber daya kesehatan
20
Sign System seksi peran serta masyarakat dan kemitraan
21
Sign System seksi pengembangan sistem informasi kesehatan
22
Sign System Toilet
23
Sign System Mushola/Mesjid
24
Sign System Uks
25
Sign System Tempat Parkir




3.8.2        Elisitasi Tahap 2
Tabel 3.4 Elisitasi Tahap 2
FUNGSIONAL
No.
ANALISA KEBUTUHAN
M
D
I
Saya ingin dapat :
Tampilan Pada Media
1.
Menampilkan Logo Kesehatan


2.
Menampilkan Elemen Design


3.
Menampilkan Simbol


4.
Menampilkan Nama Ruangan


5.
Menampilkan Logo Kabupaten Tangerang


6.
Menampilkan Alamat Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang


Media Promosi



1.
Sign System Kepala Dinas


2.
Sign System Sekretariat


3.
Sign System Sub bagian umum dan perancangan


4.
Sign System Sub bagian kepegawaian


5.
Sign System Sub bagian keuangan


6.
Sign System Bagian Pencegahan, pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan


7.
Sign System Seksi pencegahan dan pemberantasan penyakit


8.
Sign System Seksi pengamatan penyakit dan imunisasi


9.
Sign System penyehatan lingkungan


10.
Sign System Bidang pelayanan kesehatan


11.
Sign System seksi pelayanan kesehatan dasar dan rujukan pemerintah


12.
Sign System Seksi pelayanan kesehatan dasar dan rujukan swasta


13.
Sign System seksi farmasi, pembekalan kesehatan dan makanan


14.
Sign System Kesehatan Keluarga


15.
Sign System Seksi gizi


16.
Sign System Seksi kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana


17.
Sign System Seksi kesehatann remaja dan lanjut usia


18.
Sign System bidang pengembaangan dan promosi kesehatan


19.
Sign System seksi pengembangan sumber daya kesehatan


20.
Sign System seksi peran serta masyarakat dan kemitraan


21.
Sign System seksi pengembangan sistem informasi kesehatan


22.
Sign System Toilet


23.
Sign System Mushola/Mesjid


24.
Sign System Uks


25.
Sign System Tempat Parkir



Keterangan :
M = Mandatory (yang diinginkan)
D = Desirable (diperlukan)
I = Inessential (yang tidak mutlak diinginkan)







3.8.3        Elisitasi Tahap 3
Tabel 3.5 Elisitasi Tahap 3
FUNGSIONAL
No.
ANALISA KEBUTUHAN
T
O
E
Saya ingin dapat :
Tampilan Pada Media
L
M
H
L
M
H
L
M
H
1.
Menampilkan Logo Kesehatan
ü


ü


ü


2.
Menampilkan Elemen Design

ü


ü


ü

3.
Menampilkan Simbol
ü


ü


ü


4.
Menampilkan Nama Ruangan

ü


ü


ü

Media Promosi
1.
Sign System Kepala Dinas

ü


ü


ü

2.
Sign System Sekretariat

ü


ü


ü

3.
Sign System Sub bagian umum dan perancangan

ü


ü


ü

4.
Sign System Sub bagian kepegawaian

ü


ü


ü

5.
Sign System Sub bagian keuangan
ü


ü


ü


6.
Sign System Bagian Pencegahan, pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan

ü


ü


ü

7.
Sign System Seksi pencegahan dan pemberantasan penyakit

ü


ü


ü

8.
Sign System Seksi pengamatan penyakit dan imunisasi

ü


ü


ü

9.
Sign System penyehatan lingkungan

ü


ü


ü

10.
Sign System Bidang pelayanan kesehatan
ü


ü


ü


11.
Sign System seksi pelayanan kesehatan dasar dan rujukan pemerintah

ü


ü


ü

12.
Sign System Seksi pelayanan kesehatan dasar dan rujukan swasta

ü


ü


ü

13.
Sign System seksi farmasi, pembekalan kesehatan dan makanan
ü


ü


ü


14.
Sign System Kesehatan Keluarga
ü


ü


ü


15.
Sign System Seksi gizi
ü


ü


ü


16.
Sign System Seksi kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana
ü


ü


ü


17.
Sign System Seksi kesehatann remaja dan lanjut usia

ü


ü


ü

18.
Sign System bidang pengembaangan dan promosi kesehatan

ü


ü


ü

19.
Sign System seksi pengembangan sumber daya kesehatan

ü


ü


ü

20.
Sign System seksi peran serta masyarakat dan kemitraan
ü


ü


ü


21.
Sign System seksi pengembangan sistem informasi kesehatan

ü


ü


ü


Keterangan :
T = Technical
O = Operational
E = Economic
H = High
M = Middle
L = Low

3.8.4        Final Elisitasi
Tabel 3.6 Final Elisitasi
Fungsional
No
ANALISA KEBUTUHAN
Saya Ingin Dapat :
Tampilan Pada Media
1.
Menampilkan Logo Kesehatan
2.
Menampilkan Elemen Design
3.
Menampilkan Simbol
4.
Menampilkan Nama Ruangan
Media Promosi
1.
Sign System Kepala Dinas
2.
Sign System Sekretariat
3.
Sign System Sub bagian umum dan perancangan
4.
Sign System Sub bagian kepegawaian
5.
Sign System Sub bagian keuangan
6.
Sign System Bagian Pencegahan, pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan
7.
Sign System Seksi pencegahan dan pemberantasan penyakit
8.
Sign System Seksi pengamatan penyakit dan imunisasi
9.
Sign System penyehatan lingkungan
10
Sign System Bidang pelayanan kesehatan
11
Sign System seksi pelayanan kesehatan dasar dan rujukan pemerintah
12
Sign System Seksi pelayanan kesehatan dasar dan rujukan swasta
13
Sign System seksi farmasi, pembekalan kesehatan dan makanan
14
Sign System Kesehatan Keluarga
15
Sign System Seksi gizi
16
Sign System Seksi kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana
17
Sign System Seksi kesehatann remaja dan lanjut usia
18
Sign System bidang pengembaangan dan promosi kesehatan
19
Sign System seksi pengembangan sumber daya kesehatan
20
Sign System seksi peran serta masyarakat dan kemitraan
21
Sign System seksi pengembangan sistem informasi kesehatan




Penyusun
Muhammad Hanif Amrullah
Mengetahui
Pembimbing I
Pembimbing II
Lusyani Sunarya, S.Sn, M.Si.
Dedeh Supriyanti, S.Kom

BAB IV
KONSEP DESAIN

4.1.            Perencanaan Media
Dalam hal ini, konsep media yang diajukan adalah perancangan media informasi dalam bentuk Sign System yang berukuran 26 x 18 cm. Sign System ini berisikan informasi ruangan yang berada di gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Semua isi yang terkait dalam perancangan media Sign System tersebut dikemas dengan menggunakan pengembangan kreatif desain grafis.
4.1.1.      Tujuan Media
Tujuan dari perancangan media informasi Sign System ini adalah Untuk memudahkan dalam memberikan informasi kepada audience serta memberikan tampilan design yang menarik secara visualisasi. Untuk merancang media informasi yang tepat dalam mengkomunikasikan mengenai petunjuk pada setiap ruangan yang ada pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, serta melalui media sign system yang dibuat diharapkan dapat meningkatkan citra Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
4.1.2.      Strategi Media
Dalam menunjang nilai efektifitas sarana media yang dirancang strategi media informasi adalah dengan menggunakan bentuk media informasi sign system, secara visual orientasi gambar-gambar tampilan dengan menggunakan teknik drawing yang diproduksi melalui aplikasi penunjang gambar vektor, hal tersebut secara visual untuk memenuhi 3 aspek sasaran yaitu:
1.      Geografi                :           Kabupaten Tangerang.
2.      Demografi             :           a. Jenis Kelamin    : Pria & Wanita
                                          b. Kelas Ekonomi  : Menengah
                                                             c. Sasaran   :    1. Para Tamu
                         2. Pegawai
                         3. Masyarakat
3.  Psikografi : Pegawai, para tamu, dan masyarakat yang ingin mengetahui informasi ruangan melalui media sign system pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
4.1.3.      Program Media
Dalam program media terdapat beberapa mekanis dan ketentuan yang harus dilalui dalam tahapan penelitian ini berdasarkan kesepakatan dari pihak stakeholder, bahwa media rancangan tersebut akan direncanakan untuk diimplementasikan dalam waktu dekat dan instansi akan mengkaji isi dari sign system tersebut agar sesuai dengan yang diinginkan oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, hingga siap untuk diimplementasikan, nantinya media sign system ini akan di pasang pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang untuk menunjukan informasi pada setiap ruangan yang ada.
4.2       Perencanaan Pesan
Konsep perencanaan pesan atau kreatif yang ingin dituangkan ke dalam media ini adalah sebuah ide kreatif berdasarkan data-data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, kemudian diolah menjadi sebuah rancangan yang menarik pada alur proses kreatif yang dilakukan pada setiap media informasi sign system yang sesuai dengan kebutuhan.
4.2.1    Tujuan Kreatif
Tujuan kreatif dari perancangan media sign system ini adalah untuk menarik audience dalam mengkomunikasikan mengenai petunjuk pada setiap ruangan yang ada pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, serta melalui media sign system yang dibuat diharapkan dapat meningkatkan citra Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
4.2.2    Strategi Kreatif
            Pesan gambar digunakan sebagai bagian yang mempermudah pesan informasi dan digunakan sebagai daya tarik media. Pesan teks selain merupakan penjabaran isi dari informasi juga digunakan sebagai bagian yang dapat memperjelas gambar-gambar yang ditampilkan dalam media informasi sign system, dan materi dari pesan yang akan disampaikan berupa nama-nama ruangan yang berada di area gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Target audiance yang dituju dengan menggunakan media informasi sign system ini adalah pegawai, para tamu, dan masyarakat yang ingin mengetahui informasi ruangan yang ada pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
Bentuk visual yang direncanakan adalah berupa gambar, teks, pewarnaan, layout, dan elemen grafis penunjang artistik yang dapat digunakan sebagai daya tarik media. Dari setiap elemen visual yang akan ditampilkan diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk elemen visual yang berkualitas dan dapat menambah nilai daya tarik dan efektifitas penggunaan media.
Sedangkan penggambaran secara visualnya dibuat oleh penulis dengan menggunakan illustrasi gambar menggunakan perpaduan warna yang sepadu dengan logo Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

4.3       Perencanaan Visual (Konsep Visual)
4.3.1    Tujuan Visual
Terdapatnya gambar pada setiap rancangan media bertujuan untuk mempermudah audience atau masyarakat agar apa yang disampaikan efektif dan mudah dipahami serta diterima oleh masyarakat, tampilan visual pada media agar media sign system terlihat lebih menarik.
4.3.2    Strategi Visual
Pada setiap rancangan media ditampilkan dengan gaya minimalis tapi masih terkesan modern. Adapun strategi visual yang ingin disampaikan peneliti adalah melalui pendekatan secara emosional, karena tampilan visual disajikan berupa kalimat yang menyampaikan info tentang ruangan-ruangan di area Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
Pendekatan media sign system kepada target audiance yang digunakan penulis, yaitu menggunakan pendekatan campuran antara pendekatan secara emosional dengan pendekatan positif. Dari segi emosional, diperlihatkan oleh penulis dari paduan warna template yang terang, cerah dan nyaman dilihat mata. Dan pendekatan secara positif ditampilkan penulis melalui pesan teks yang menunjukkan ruangan -ruangan yang berada di area Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
4.3.3    Penulisan Naskah
Pada rancangan media informasi sign system terdapat unsur-unsur komunikasi grafis seperti teks (tulisan), ilustrasi (foto atau image). Salah satunya adalah teks (tulisan) sebagai Naskah (body copy) ataupun yang diperlukan dalam perancangan agar penyampain pesan dapat mudah dimengerti dan tepat sasaran. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing bagian teks (tulisan) yang terdapat pada rancangan media sign system :
1.         Naskah ( body copy )
Naskah adalah kalimat yang menerangkan lebih rinci tentang isi pesan yang ingin disampaikan, berfungsi untuk mengarahkan pembaca dalam mengambil sikap, berpikir, dan bertindak lebih lanjut. Untuk iklan biasanya naskah mengunggulkan nilai positif dari produk. Naskah yang kreatif dapat menampilkan fakta-fakta, daya tarik dari hal yang menyenangkan atau menggelisahkan ( Isu-isu strategis ). Penting untuk menyusun naskah yang menarik, bersahabat, dan meyakinnya. Secara kreatif bentuk naskah atau body copy dapat di kombinasikan dengan gambar dengan berbagai bentuk.
Naskah yang dimaksud dalam rancangan media sign system ini adalah mengenai informasi pesan nama-nama setiap ruangan yang ada di area Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
2.         Logo
Logo adalah tanda pengenal yang tetap dari perusahaan atau institusi atau sebuah produk, yang dibuat secara singkat, sederhana dan komunikatif menggunakan huruf dan gambar.
Tanda pengenal identitas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, ditampilkan tidak begitu dominan, hanya melengkapi unsur media sesuai kelengkapan unsur media yang seharusnya ada, mempermudah mengingat identitas dari organisasi tersebut.
3.         Illustrasi
Illustrasi merupakan unsur grafis yang sangat vital dan dapat disajikan mulai dari goresan atau titik sederhana sampai dengan yang kompleks. Illustrasi berfungsi untuk :
a.       Menarik perhatian
b.      Merangsang minat pembaca terhadap keseluruhan pesan
c.       Memberikan penjelasan atas pernyataan
d.      Menonjolkan keistimewaan daripada produk
e.       Menciptakan suasana yang khas
f.       Dramatisasi pesan
g.      Menonjolkan suatu merk atau semboyan dan mendukung judul iklan. Illustrasi dapat berupa gambar, foto, maupun grafis lainnya.
Illustrasi yang ditampilkan pada rancangan media sign system tersebut disesuaikan dengan pesan yang disampaikan untuk mendukung informasi keterangan nama ruangan yang ada di area Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.    
4.3.4    Pengarahan Visualisasi
Tonalitas warna yang dipilih adalah biru muda, biru tua dan putih. Dengan dominan warna biru dan putih yang mencirikan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
Jenis huruf yang dipakai dalam perancangan diantaranya menggunakan jenis huruf yang karakternya sesuai dengan karakter huruf yang selama ini dipergunakan, yaitu :  myriad bold.
Tata letak disesuaikan dengan elemen-elemen yang terdapat di rancangan media komunikasi visual dengan menata atau menyatukan unsur-unsur komunikasi visual mulai dari teks, gambar dan warna dengan menggunakan susunan layout horizontal dan vertikal agar menjadi media komunikasi visual yang komunikatif dan dapat menarik perhatian target audiance.
Gaya tampilan visual secara grafis ditampilkan dengan nuansa warna biru, putih, dan hitam sehingga terlihat terang, komunikatif, dimaksudkan agar audience dapat lebih mudah mengetahui pesan media yang disampaikan.
4.3.5    Proses Desain
Proses desain media informasi sign system pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melalui 3 tahap, yaitu :
1.             Layout Kasar
2.             Layout Komprehensif
3.             Final ArtWork
1.      Layout Kasar
Layout kasar adalah penerapan elemen-elemen desain media yang natinya akan dipergunakan dalam perancangan media komunikasi visual yang disertai acuan standarisasi pada desain yang akan dibuat, umumnya dibuat dengan tampilan hitam putih, dibuat dengan coretan atau sketsa dengan menggunakan pensil gambar. Layout kasar diperlukan, sebagai panduan pada saat proses desain dengan menggunakan aplikasi komputer.
a.       Layout Kasar Bagian Keuangan
IMG_20160122_140824.jpg
Gambar 4.1
Layout kasar bagian keuangan









b.       Layout Kasar Bagian Pelayanan Kesehatan
IMG_20160122_140830.jpg
         Gambar 4.2
Layout kasar bagian pelayanan kesehatan
c.       Layout Kasar Bagian Umum
IMG_20160122_140836.jpg
                                                  Gambar 4.3
                               Layout kasar bagian umum






d.      Layout kasar bidang pengembangan dan promosi kesehatan
IMG_20160122_140841.jpg
Gambar 4.4
Layout kasar bidang pengembangan dan promosi kesehatan

e.       Layout kasar ruangan kepala dinas
IMG_20160122_140847.jpg
Gambar 4.5
Layout kasar ruangan kepala dinas






f.       Layout kasar kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana
IMG_20160122_140853.jpg
Gambar 4.6
Layout kasar kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana
g.      Layout kasar sub bagian kesehatan
IMG_20160122_140858.jpg
Gambar 4.7
Layout kasar sub bagian kesehatan








h.      Layout kasar pencegahan dan pemberantasan penyakit
IMG_20160122_140903.jpg
Gambar 4.8
Layout kasar pencegahan dan pemberantasan penyakit

i.        Layout Kasar seksi farmasi, pembekalan kesehatan dan makanan
IMG_20160122_140907.jpg
Gambar 4.9
Layout kasar seksi farmasi, pembekalan kesehatan dan makanan





j.        Layout Kasar seksi gizi
IMG_20160122_140913.jpg
Gambar 4.10
Layout kasar seksi gizi
k.      Layout Kasar seksi kesehatan remaja dan lanjut usia
IMG_20160122_140919.jpg
Gambar 4.11
Layout kasar seksi kesehatan remaja dan lanjut usia





l.        Layout Kasar seksi pelayanan kesehatan dasar dan rujukan pemerintah
IMG_20160122_140924.jpg
Gambar 4.12
Layout kasar seksi pelayanan kesehatan dasar dan rujukan pemerintahan
m.    Layout Kasar seksi pelayanan kesehatan dan rujukan swasta
IMG_20160122_140930.jpg
Gambar 4.13
Layout kasar seksi pelayanan kesehatan dan rujukan swasta





n.      Layout Kasar seksi pengembangan sistem informasi kesehatan
IMG_20160122_140936.jpg
Gambar 4.14
Layout kasar seksi pengembangan sistem informasi kesehatan
o.      Layout Kasar seksi penyehatan lingkungan
IMG_20160122_140941.jpg
Gambar 4.15
Layout kasar seksi penyehatan lingkungan






p.      Layout Kasar seksi peran serta masyarakat dan kemitraan
IMG_20160122_140946.jpg
Gambar 4.16
Layout kasar seksi peran serta masyarakat dan kemitraan
q.      Layout Kasar seksi pengamatan penyakit pemberantasan penyakit
IMG_20160122_140952.jpg
Gambar 4.17
Layout kasar seksi pengamatan penyakit pemberantasan penyakit







r.        Layout Kasar seksi pengembangan sumber daya kesehatan
IMG_20160122_140957.jpg
Gambar 4.18
Layout kasar seksi pengembangan suber daya kesehatan

s.       Layout Kasar bagian kepegawaian
IMG_20160122_141005.jpg
Gambar 4.19
Layout kasar bagian kepegawaian





t.        Layout Kasar bagian jaminan kesehatan
IMG_20160122_141013.jpg
Gambar 4.20
Layout kasar bagian jaminan kesehatan
u.      Layout Kasar bagian pencegahan, pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan
IMG_20160122_141019.jpg
Gambar 4.21
Layout kasar bagian pencegahan, pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan




2.      Layout Komprehensif
Layout Komprehensif adalah proses desain yang sudah memasuki tahap komputerisasi dan pewarnaan, namun tahap ini belum selesai seluruhnya, karena masih harus mengalami proses revisi.
a.       Layout Komprehensif Bagian Keuangan
1.jpg
Gambar 4.22.
Layout Komprehensif Bagian Keuangan
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
b.      Layout Komprehensif Bagian Pelayanan Kesehatan
2.jpg
Gambar 4.23.
Layout Komprehensif Bagian Pelayanan Kesehatan
Spesifikasi:
Ukuran Media: Double A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
c.       Layout Komprehensif bagian umum
3.jpg
Gambar 4.24.
Layout Komprehensif bagian umum
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
d.      Layout Komprehensif bidang pengembangan dan promosi kesehatan
4.jpg
Gambar 4.25.
Layout Komprehensif bidang pengembangan dan promosi kesehatan
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
e.       Layout Komprehensif ruangan kepala dinas
5.jpg
Gambar 4.26.
Layout Komprehensif ruangan kepala dinas
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
f.       Layout Komprehensif kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana
6.jpg
Gambar 4.27.
Layout Komprehensif kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
g.      Layout Komprehensif sub bagian kesehatan
7.jpg
Gambar 4.28.
Layout Komprehensif sub bagian kesehatan
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
h.      Layout Komprehensif pencegahan dan pemberantasan penyakit
8.jpg
Gambar 4.29.
Layout Komprehensif pencegahan dan pemberantasan penyakit
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
i.        Layout Komprehensif seksi farmasi, pembekalan kesehatan dan makanan
9.jpg
Gambar 4.30.
Layout Komprehensif seksi farmasi, pembekalan kesehatan dan makanan
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
j.        Layout Komprehensif seksi gizi
10.jpg
Gambar 4.31.
Layout Komprehensif seksi gizi
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
k.      Layout Komprehensif seksi kesehatan remaja dan lanjut usia
11.jpg
Gambar 4.32.
Layout Komprehensif seksi kesehatan remaja dan lanjut usia
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
l.        Layout Komprehensif seksi pelayanan kesehatan dasar dan rujukan pemerintah
12.jpg
Gambar 4.33.
Layout Komprehensif seksi pelayanan kesehatan dasar dan rujukan pemerintah
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
m.    Layout Komprehensif seksi pelayanan kesehatan dan rujukan swasta
13.jpg
Gambar 4.34.
Layout Komprehensif seksi pelayanan kesehatan dan rujukan swasta
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
n.      Layout Komprehensif seksi pengembangan sistem informasi kesehatan
14.jpg
Gambar 4.35.
Layout Komprehensif seksi pengembangan sistem informasi kesehatan
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
o.      Layout Komprehensif seksi penyehatan lingkugan
16.jpg
Gambar 4.36.
Layout Komprehensif seksi penyehatan lingkungan
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram

p.      Layout Komprehensif seksi peran serta masyarakat dan kemitraan
17.jpg
Gambar 4.37.
Layout Komprehensif seksi peran serta masyarakat dan kemitraan
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
q.      Layout Komprehensif seksi pengamatan penyakit pemberantasan penyakit
18.jpg
Gambar 4.38.
Layout Komprehensif seksi pengamatan penyakit pemberantasan penyakit
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
r.        Layout Komprehensif seksi pengembangan sumber daya kesehatan
18.jpg
Gambar 4.39.
Layout Komprehensif seksi pengembangan sumber daya ksehatan
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
s.       Layout Komprehensif seksi kepegawaian
19.jpg
Gambar 4.40.
Layout Komprehensif seksi kepegawaian
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
t.        Layout Komprehensif bagian jaminan kesehatan
20.jpg
Gambar 4.41.
Layout Komprehensif bagian jaminan kesehatan
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram
u.      Layout Komprehensif bagian pencegahan, pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan
21.jpg
Gambar 4.42.
Layout Komprehensif bagian pencegahan, pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan
Spesifikasi:
Ukuran Media: A4 (26x18cm)
Warna: Full Colour
Bahan: Art Carton 260 gram

3.    Final Artwork
Final Artwork adalah merupakan gambar kerja final yang telah melewati beberapa proses sebelumnya yaitu layout kasar dan layout komprehensif. Pada proses ini naskah serta tata letak gambar merupakan proses akhir yang siap diproduksi proses cetak atau jenis produksi media secara elektronik setelah disempurnakan dengan beberapa kali revisi selama proses desain.

a.       Final Artwork Bagian Keuangan
Media Sign System untuk bagian keuangan, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
Bagian Keuangan.jpg
Gambar 4.43
Final Artwork Bagian Keuangan
b.      Final Artwork Bagian Pelayanan Kesehatan
Media Sign System untuk  Bagian  Pelayanan  Kesehatan, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
bagian pelayanan kesehatan.jpg
Gambar 4.44
Final Artwork Bagian Pelayanan Kesehatan
c.       Final Artwork Bagian Umum
Media Sign System untuk Bagian Umum, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
bagian umum.jpg
Gambar 4.45
Final Artwork  Bagian Umum
d.      Final Artwork Bidang Pengembangan Dan Promosi Kesehatan
Media Sign System untuk Bidang Pengembangan Dan Promosi Kesehatan, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
Bidang Pengembangan dan Promosi Kesehatan.jpg
Gambar 4.46
Final Artwork Bidang Pengembangan Dan Promosi Kesehatan
e.       Final Artwork Ruangan Kepala Dinas
Media Sign System untuk Kepala Dinas, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
kepala dinas.jpg
Gambar 4.47
Final Artwork Ruangan Kepala Dinas
f.       Final Artwork Kesehatan Ibu, Anak Dan Keluarga Berencana
Media Sign System untuk Kesehatan Ibu, Anak Dan Keluarga Berencana, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
Kesehatan Ibu, Anak Dan keluarga berencana.jpg
Gambar 4.48
Final Artwork Kesehatan Ibu, Anak Dan Keluarga Berencana
g.      Final Artwork Sub Bagian Kesehatan
Media Sign System untuk Sub Bagian Kesehatan, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
Kesehatan Keluarga.jpg
Gambar 4.49
Final Artwork Sub Bagian Kesehatan
h.      Final Artwork Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit
Media Sign System untuk Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
pencegahan dan pemberantasan penyakit.jpg
Gambar 4.50
Final Artwork Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit
i.        Final Artwork Seksi Farmasi, Pembekalan Kesehatan Dan Makanan
Media Sign System untuk Seksi Farmasi, Pembekalan Kesehatan Dan Makanan, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
Seksi farmasi,pembekalan kesehatan dan makanan.jpg
Gambar 4.51
Final Artwork Seksi Farmasi, Pembekalan Kesehatan Dan Makanan
j.        Final Artwork Seksi Gizi
Media Sign System untuk Seksi Gizi, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
Seksi Gizi.jpg
Gambar 4.52
Final Artwork Seksi Gizi
k.      Final Artwork Seksi Kesehatan Remaja Dan Lanjut Usia
Media Sign System untuk Seksi Kesehatan Remaja Dan Lanjut Usia, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
Seksi kesehatan lanjut usia dan remaja.jpg
Gambar 4.53
Final Artwork Seksi Kesehatan Remaja Dan Lanjut Usia
l.        Final Artwork Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Dan Rujukan Pemerintah
Media Sign System untuk Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Dan Rujukan Pemerintah, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
Seksi Pelayanan Dasar dan Rujukan Pemerintahan.jpg
Gambar 4.54
Final Artwork Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Dan Rujukan Pemerintah
m.    Final Artwork Seksi Pelayanan Kesehatan Dan Rujukan Swasta
Media Sign System untuk Seksi Pelayanan Kesehatan Dan Rujukan Swasta, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
Seksi Pelayanan Kesehatan dan Rujukan Swasta.jpg
Gambar 4.55
Final Artwork Seksi Pelayanan Kesehatan Dan Rujukan Swasta
n.      Final Artwork  Seksi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan
 Media Sign System untuk Seksi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
Seksi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan.jpg
Gambar 4.56
Final Artwork Seksi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan
o.      Final Artwork Seksi Penyehatan Lingkungan
Media Sign System untuk Seksi Penyehatan Lingkungan, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
Seksi Penyehatan Lingkungan.jpg
Gambar 4.57
Final Artwork Seksi Penyehatan Lingkungan
p.      Final Artwork Seksi Peran Serta Masyarakat Dan Kemitraan
Media Sign System untuk Seksi Peran Serta Masyarakat Dan Kemitraan, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
seksi peran serta masyarakat.jpg
Gambar 4.58
Final Artwork Seksi Peran Serta Masyarakat Dan Kemitraan
q.      Final Artwork Seksi Pengamatan Penyakit Pemberantasan Penyakit
Media Sign System untuk Seksi Pengamatan Penyakit Pemberantasan Penyakit, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
Seksi prngamatan penyakit pemberantasan penyakit.jpg
Gambar 4.59
Final Artwork Seksi Pengamatan Penyakit Pemberantasan Penyakit
r.        Final Artwork  Seksi Pengembangan Sumber Daya Kesehatan
Media Sign System untuk Seksi Pengembangan Sumber Daya Kesehatan, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
Seksi Sumber Daya Kesehatan.jpg
Gambar 4.60
Final Artwork Seksi Pengembangan Sumber Daya Kesehatan

s.       Final Artwork Bagian Kepegawaian
Media Sign System untuk Bagian Kepegawaian, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
sub bagian kepegawaian.jpg
Gambar 4.61
Final Artwork Bagian Kepegawaian
t.        Final Artwork Bagian Jaminan Kesehatan
Media Sign System untuk Bagian Jaminan Kesehatan, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
sub jaminan kesehatan.jpg
Gambar 4.62
Final Artwork  Bagian Jaminan Kesehatan
u.      Final Artwork Bagian Pencegahan, Pemberantasan Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan
Media Sign System untuk Bagian Pencegahan, Pemberantasan Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan, dan layout berwarna biru muda. Font yang digunakan pada halaman ini adalah Mryad Bold.
sub pencegahan.jpg
Gambar 4.63
Final Artwork Bagian Pencegahan, Pemberantasan Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan



BAB V
PENUTUP

5.1.      Kesimpulan
                        Berdasarkan analisa yang dilakukan di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang sesuai poin-poin permasalahan yang disampaikan pada rumusan masalah dan rancangan media yang di hasilkan oleh peneliti, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1.   Dalam meredesign  sign  system  yang  memiliki daya tarik untuk  pegawai dan tamu pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, adalah merancang sign system dengan memperhatikan susunan grafis seperti warna, layout, design, dan pemilihan font yang menarik, serta informasi yang jelas dan mudah dipahami oleh audience.
2.   Media yang dinilai efektif untuk menunjang informasi adalah media sign system, karena bertujuan untuk memberikan informasi mengenai ruangan-ruangan yang terdapat pada isi gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, serta dapat memudahkan para audience menemukan tempat yang mereka ingin tuju.
3.   Dalam merancang media informasi yang dapat meningkatkan image atau citra pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang adalah dengan membuat rancangan sign system yang sesuai dengan identitas dari suatu lembaga, dengan tampilan design yang menarik, informasi yang jelas, dan disesuaikan dengan image Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, sehingga melalui redesign sign system yang dirancang dapat memberikan manfaat bagi pegawai dan tamu pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

5.2       Saran
            Setelah menganalisa dan memelajari permasalahan yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, maka saya selaku penulis memberikan saran atau usulan sebagai berikut :
1.    Agar kedepan terdapat penambahan media sign system di setiap bagian ruangan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, sehingga memudahkan audiance untuk mencari ruangan yang mereka ingin tuju.
2.    Terdapat perbaikan pada ruangan yang belum memiliki sign system di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
3.    Untuk peneliti selanjutnya, dalam merancang media sign system yang baik hendaknya memperhatikan susunan grafis seperti warna, layout, design, dan pemilihan font yang menarik, serta informasi yang jelas sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh audience dan menarik dari segi visualisasi.
5.3.      Kesan
                        Setelah penulis melakukan penelitian dan observasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, penulis mendapatkan manfaat dalam hal merancang media informasi dan pengalaman dalam membuat sebuah media sign system yang dapat bermanfaat bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dalam hal memberikan informasi mengenai petunjuk setiap ruangan yang ada di Dinas tersebut.